Bahasa Korea Sehari-hari — Ujian dan Percakapan Nyata Itu Berbeda

Meski skor TOPIK tinggi, sering tersendat saat memesan di restoran adalah hal yang umum. Karena bahasa Korea ujian dan bahasa Korea sehari-hari memakai ungkapan yang berbeda.

Apakah hanya belajar TOPIK cukup untuk bisa bicara di dunia nyata?

Belum cukup. TOPIK menilai Listening, Reading, Writing; Speaking adalah ujian terpisah.

Teks ujian berpusat pada bahasa tulis dan teks penjelasan, tetapi percakapan nyata banyak singkatan dan penghilangan. '뭐라고 했어요? (apa katamu tadi?)' menyingkat jadi '뭐랬어요?', partikel juga sering dihilangkan.

Cara yang lebih cepat adalah menghafal utuh ungkapan yang sering dipakai per situasi. Jika setiap kali mencoba menyusun dengan tata bahasa, Anda tidak akan mengikuti kecepatan percakapan.

'Ekspresi Praktis Bahasa Korea 300' di situs ini dibuat agar Anda mempelajari ungkapan lewat cerita mengikuti 15 situasi nyata yang sering dialami seperti restoran, rumah sakit, belanja.

Kapan boleh memakai bahasa kasual (반말)?

Lebih aman jika tidak dipakai sebelum lawan bicara sendiri yang mengusulkan lebih dulu. Sama saja meski terlihat seumuran.

Di Korea, saat baru bertemu biasanya dimulai dengan bahasa hormat, lalu setelah akrab, pihak yang lebih tua mengusulkan '말 놓자 (ayo bicara santai)' — itu alur yang umum.

Di tempat yang menerima layanan seperti restoran, toko, taksi, meski lawan bicara terlihat lebih muda, tetap dipakai bahasa hormat. Bahasa kasual dianggap tidak sopan.

Bolehkah menanyakan usia orang yang baru pertama kali ditemui?

Di Korea, menanyakan usia untuk menentukan gaya bicara adalah hal yang umum. Tidak dianggap sebagai pertanyaan yang tidak sopan.

Namun perlu melihat situasi. Antara orang yang terlihat seumuran, ini wajar, tetapi dalam hubungan kerja atau saat perbedaan usia jelas terlihat, tidak perlu ditanyakan.

'나이가 어떻게 되세요? (berapa usia Anda?)' lebih halus daripada '몇 살이세요? (umur berapa?)'. Untuk orang yang lebih tua, gunakan '연세가 어떻게 되세요? (berapa usia Bapak/Ibu?)'.

Sering tersendat di restoran, apa yang perlu dihafal?

Ungkapan yang dipakai sebelum dan sesudah memesan sudah baku. Cukup menghafal ini secara utuh, sebagian besar masalah terselesaikan.

Saat memanggil, katakan '여기요' atau '저기요' (permisi). Saat memesan, '이거 주세요 (tolong yang ini) / ~ 하나 주세요 (tolong satu ~)', saat menambah, '이거 하나 더 주세요 (tolong tambah satu lagi yang ini)'.

Saat membayar, '계산할게요 (saya mau bayar) / 카드 되나요? (bisa pakai kartu?) / 따로 계산해 주세요 (tolong dipisah pembayarannya)'. Untuk dibungkus, '포장해 주세요 (tolong dibungkus)'.

Bagaimana cara bicara saat tidak mengerti yang dikatakan lawan bicara?

Jika diberitahukan lebih dulu di awal percakapan, lawan bicara akan memperlambat kecepatannya — '한국어를 잘 못해요 (bahasa Korea saya kurang lancar)' atau '천천히 말씀해 주시겠어요? (bisakah bicara lebih pelan?)'

Saat tidak mendengar dengan jelas, '다시 한 번 말씀해 주시겠어요? (bisakah diulangi sekali lagi?)' paling aman. Jika hanya mengulang '네? (ya?)', lawan bicara tidak tahu bagian mana yang harus diulang.

Saat ingin memastikan sudah paham, tanyakan kembali dengan '~라는 뜻이에요? (maksudnya ~?)'. Mengulang dengan kata-kata sendiri untuk konfirmasi bisa langsung meluruskan kesalahpahaman.